“DAN BERTAQWALAH KEPADA ALLAH AGAR KAMU BERUNTUNG.” ( al-baqarah (2):189 ) 

taqwa adalah sesuatu hal yang besar dan memiliki kedudukan yang tinggi.taqwa merupakan landasan dari din.tidak ada kehidupan tanpa taqwa, bahkan kehidupan tanpa taqwa tak akan tertahankan, melainkan akan lebih rendah dari kehidupan hewan.taqwa adalah perbendaharaan yang sangat sulit, tapi jika anda beruntung dapat meraihnya, maka anda akan jumpai didalamnya permata yang mulia, kebaikan yang banyak,rizki yang berlimpah,keberuntungan yang besar,jarahan yang melimpah ruah, dan kerajaan yang luas. 

Pengertian Taqwa: 

menurut bahasa, taqwa adalah bentuk isim dari at-tuqo, sedang bentuk mashdarnya al-ittiqo. diambil dari materi waqa. berasal dari al-wiqoyah yang artinya sesuatu yang dijadikan sebagai sarana pelidung oleh manusia untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang membahayakan. dengan begitu al-wiqoyah dapat berarti pelndung sesuatu.menurut terminologi syariat, maka sehubungan dengan definisinya para ulama telah mengungkapkan beberapa pengertian, diantaranya ialah seperti pendapat berikut ini:

·      bila anda menjadikan tirai dan penghalang antara anda dan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

·      mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi semua laranganNYA. orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah kepada mereka, dan mereka sama sekali tidak berani melanggar apa yang telah dilarang oleh Allah terhadap mereka.

·      taqwa ialah takut kepada Allah SWT, mengamalkan wahyu yang diturunkanNYA, menerima dengan tulus rizki yang sedikit, dan membuat bekal untuk hari berpulang.

·      taqwa ialah bila seseorang muslim memberi jarak antara dirinya dan hal-hal yang dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan Rabbnya, kemurkaan dan siksaNYA, sehingga ia terhindar dari hal tersebut, dengan cara mengerjakan ketaatan kepadaNYA dan menjauhi kedurhakaan terhadapNYA.

·      Umar RA pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’b RA: “apakah taqwa itu?” Ubay balik bertanya: “wahai amirul mukminin, pernahkah engkau menempuh jalan yang banyak onak durinya?” Umar menjawab:”ya, pernah” Ubay bertanya:”lalu apakah yang engkau lakukan?” Umar menjawab:”aku angkat betisku seray memandang ke arah tempat yang akan diinjak oleh telapak kakiku, lalu aku memajukan salah satu kakiku atau memundurkan yang lainnya karena aku takut bila kakiku tertusuk duri.” Ubay pun berkata:”demikianlah gambaran taqwa, yaitu menyingsingkan lengan baju untuk mengerjakan ketaatan, membedakan mana yang halal dan haram, bersikap hati-hati agar tidak tergelincir, dan senantiasa merasa takut kepada Rabb Yang MahaBesar lagi MahaTinggi.”

·      taqwa adalah landasan agama. dengan taqwa, seorang hamba dapat naik ketingkat keyakinan. taqwa adalah bekal kalbu dan jiwa manusia, karena dengan kalbu dan jiwa manusia berolah konsumsi dan bekal,dan hanya dengan bersandarkan pada taqwalah seseorang dapat berhubungan(dengan Rabbnya) dan meraih keselamatan.

·      sehubungan dengan pengertian ini, Ibnul Mu’taz telah mengatakan dalam bait syair berikut:

tinggalkanlah semua dosa,

yang kecil dan yang besarnya, itulah taqwa

bersikaplah seperti orang yang berjalan di tanah penuh duri

dia akan mewaspadai apa yang dilihatnya

jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil

karena sesungguhnya gunung pun

berasal dari tumpukan kerikil

·      Ibnu Rajab Rahimanullah telah mengatakan bahwa pengertian asal taqwa ialah bila seorang hamba membuat pelindung antara dirinya dan hal-hal yang ditakuti dan diwaspadai agar tehindar darinya.

·      ada waktunya taqwa digandengkan dengan nama Allah seperti dalam firmanNYA:

“dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” ( al-baqarah (2) : 189 )

apabila taqwa digandengkan dengan nama Allah, artinya takutlah kalian kepada amarah dan murkaNYA. makna yang sebenarnya bukan “bertaqwalah kalian dengan mendekatkan diri kepadaNYA” atau “bertaqwalah kalian dalam menjalankan syariatnya”, melainkan “takutlah kalian kepada adzab dan murkaNYA” berdasrkan pengertian ini, timbulah pengertian yang menunjukan ke arah adanya hukuman di dunia dan di akhirat seperti pengertian yang terdapat dalam firmanNYA:

“dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)NYA.” (ali imran (3) : 28)

dalam ayat lain disebutkan oleh firmanNYA:

“dia(ALLAH) adalah Rabb Yang patu (kita) bertaqwa kepadaNYA” (almuddatstsir (74) : 56)

yakni Dia berhak bagi kita untuk bertaqwa dan takut kepadNYA, menyegani, memuliakn, dan membesarkanNYA. Dia berhak untuk diagungkan dalam hati hamba-hambaNYA dengan menyembah dan menaatiNYA, karena hanya Dialah yang berhak untuk dimuliakan dan dihormati, dan Dialah Pemilik kebesaran, keagungan, dan kekuatan mengadzab.

·      adalakanya kalimat taqwa digandengkan dengan siksa Allah atau tempat siksaan, sebagaimana dalam firmanNYA:

“dan periharalah dirimu dari api neraka” (ali imran (3) : 131)

“dan periharalah dirimu dari (adzab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah” (albaqarah (2) : 281) 

disini terdapat hal penting menyangkut faidah ilmu mengenai taqwa yang mula-mula harus anda ketahui, yaitu apa sajakah yang harus anda hindari?

1. hendaknya sudah jelas bagi anda pa saja yang harus anda jauhi, yang hal ini jelas menuntut anda untuk mengetahui hukum-hukum agama dan mengetahui masalah halal-haram.

2. demikian itu karena ada kalanya seseorang yang karena ketidaktahuannya mengenai masalah di atas akhirnya menjauhi hal-hal yang jelas halal, karena mengira hal itui diharamkan. sikap seperti itu bukan wara’ dan bukan pula taqwa, melainkan sama halnya dengan perbuatan menyengsarakan diri tanpa faidah. masalah merememehkan dosa yang banyak dilakukan kaum muslimin dan dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak berarti tiada lain bagai lalat yang hinggap dihidungnya, lalu dia mengibaskannya den lalat itupun terbang.

“janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil!”

demikianlah sabda Nabi SAW dalam peringatannya terhada dosa kecil yang diremehkan. seorang penyair telah mengatakan dalam bait-bait syairnya:

janganlah sekali-kali kamu remehkan dosa sekecil apapun

sesungguhnya dosa kecilpun

lambat laun akan menjadi dosa yang besar

sesungguhnya suatu dosa kecil betapapun lamanya,

benar-benar tercata disisi Rabb

maka kekanglah hawa nafsumu

jangan dibiarklan bebas hingga sulit dikendalikan,

tetapi waspadailah dengan sebenar-benarnya

sesungguhnya orang yang benar-benar mencintai Rabbnya,

tentulah hawa nafsunya

akan hengkang digantikan tafakkurnya

mintalah hidayah pada Rabbmu

agar hawa nafsumu dipadamkan, dan cukuplah bagimu rabb

yang akan memberikan petunjuk dan pertolonganNYA

 BILA ANDA INGIN MENJADI ORANG YANG BERTAQWA 

1. bila anda mencintai Allah lebih banyak daripada kecintaan anda kepada segala sesuatu

2. bila anda merasakan bahwa diri anda selalu diawasi oleh Allah

3. anda meyakini bahwa kedurhakaan itu kesudahannya mat buruk

4. anda mengetahui bagaimana melwan hawa nafsu anda dan cara mengalahkannya

5. anda mewaspadai tipu muslihat setan dan godaannya semua perkara itu mudah diucapkannya, namun sulit dilaksanakannya. sebagian orang ada yang lalai dan melupakan pengawasan Allah terhadap dirinya, dia melupakan hadist ini:

“sembahlah Allah seakan-akan engaku melihatNYA”

sehubungan dengan ini, seorang penyair mengatakan:

apabila kesempatan membiarkanmu sendirian disuatu hari,

jangan kau katakan: “aku sendirian”

tapi katakanlah: “aku ada yang mengawasi”

janganlah sekali-kali kau mengira,

bahwa Allah suatu saat lalai, dan jangan pula mengira

bahwa apa yang tidak terlihat olehmu adalah tidak ada. 

adapun mengenai pengetahuan tentang kerusakan dan penderitaan yang disebabkan oleh perbuatan yang diharamkan, maka sudah cukup bagi seseorang merenungi apa yang telah dirasakan oleh nenek moyang dan adzab yang telah menimpa kaum-kaum terdahulu.

apa yang menyebabkan kedua orang tua kita dikeluarkan dari surga, negeri kenikmatan, kesenangan, dan kegembiraan hingga sampai pada negeri penderitaan dan kesedihan di alam dunia.

juga kisah diusirnya iblis laknatullah dari kerajaan langit, lalu dijauhkan dari rahmat Allah , dilaknat, dan dikutuk lahir dan batinnya sehingga rupanya menjadi yang terburuk.

apakah yang menyebabkan kaum nuh ditenggelamkan sehingga air bah mencapai ketinggian yang lebih tinggi daripada puncak bukit manapun didunia?

apakah yang menyebabkan kaum Ad diterbangkan oleh angin yang sangat dingin, kemudian dijatuhkan kepermukaan bumi dalam keadaan tak bernyawa?

apakah yang menyebabkan kaum Tsamud diadzab dengan pekikan yang megguntur sehingga putus jantung mereka semua?

apakah yang menyebabkan kaum Sodom diangkat tinggi hingga para malaikat yang ada dilangit terdekat mendengar suara lolongan anjing mereka, kemudian dibalikan yang bagian atasnya dibawah, lalu diiringi dengan hujan batu dan tempat bekas mereka menjadi busuk, sehingga bisa dikatakan hampir tidak ada kehidupan lagi didalamnya?

apakah yang menyebabkan kaum Syuaib ditimpa oleh adzab pada hari yang berawan, yang ketika awan diatas mereka, dihujanilah mereka dengan api yang menyala?

apakah yang meyebabkan firaun dan kaumnya ditenggelamkan dalam laut, kemudian arwahnya langsung dialihkan ke dalam neraka Jahanam yang diperlihatkan pada mereka setiap pagi dan petang? 

maka renungkanlah penderitaan dan musibah yang diakibatkan oleh dosa-dosa, niscaya kita akan tertuntun kepada taqwa yang memang nikmat dan menyenangkan.

 sehubungan dengan ini, seorang penyair berkata:

semua kenikmatan haram yang diraih oleh pelakunya

akan lenyap, sedang dosa dan keaibannya kekal

yang tertinggal darinya

hanya kesudahan yang buruk

tiada kebaikan bagi kenikmatan

yang disudahi dengan neraka akibatnya 

doa 

Allahumma innii as-alukal hudaa wattuqoo wal afaafa wal ghina

“ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMU petunjuk, taqwa, kesucian diri, dan kecukupan”

 Allahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birro wat taqwaa wa minal amali maa tardhoo

“ya Allah, sesungguhnya kami dalam perajalanan ini memohon kebajikan, ketaqwaan, dan amal yang Engkau ridhai” 

Allahumma aati nufuusanaa taqwaahaa wa zaqqihaa anta khoro man zakkaahaa anta wa liyyuhaa wa maulaahaa

“ya Allah, berikanlah kepada diri kami ketaqwaannya dan bersihkanlah ia. hanya Engakaulah sebaik-baik yang membersihkannya; hanya Engakau yang dapat menguasai dan melindunginya” 

“dan kepunyaan Allah lah apa yang dilangit dan dibumi, dan sesungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan kepada kamu, bertaqwalah kepada Allah” (Annissa (4) : 131) 

TERIMAKASIH WASSALAMUALAIKUM,WARAHMATULLAHI, WABARAKATTUH. 

SELANJUTNYA MENGENAI

CIRI-CIRI KHAS ORANG YANG BERTAQWA

DAN

BUAH DAN FAIDAH TAQWA