Dihina (again!!!)

Assalamualaikum,wr,wb.

Wow!!! ajaib sekali negeri ini, negeri yang selalu dihina. mungkin sudah waktunya masuk ke buku rekor dunia. sebagai negara yang palin sabar dihina. walaupun sbar itu adalah sebagian dari iman, tapi jangan lah sampe kebablasan seperti itu. dihina ama negeri tetangga terima ajah. gerak dong, gerak.

Tidak seperti Muhammad SAW, ketika salah saatu utusannya dihina oleh suatu negara besar. Maka tanpa segan Rasulullah SAW mengirim pasukannya untuk memerangi negara besar tersebut. Supaya negeri itu tidak macem-macem lagi. Padahal saat itu Rasulullah baru punya beberapa ribu pengikut (rakyat).

Lha…ini Indonesia Pancasila yang memiliki rakyat pengikut 220 juta lebih mau aja dihina ama negara yang secuil rakyatnya

…ck..ck..ck..

Dimana nyalimu bung???
Mana Dadamu??? Itu kata Soekarno…
Mana Hatimu??? Itu kata saia…
Dimana nasionalismu ituh???
Nasionalisme yang telah berhasil menghapuskan menghancurkan kedigdayaan ISLAM…
Mana sikap kebangsaanmu itu???
Yang telah berhasil mengkotak-kotakan umat ISLAM…
Apa masih ada???
Mana???
Mana???
Saia turut berduka…
Karena hati kalian sudah mati…
Mati…
Mau aja dihina ama negara yang kalau diserang langsung abis…tak bersisa…

Wassalamualaikum,wr,wb.

& Komentar »

  1. Admin Berkata:

    Puisinya nggak bakalan lama lagi kok selesai.

  2. syiena Berkata:

    Lam kenal Bos…
    he he he, klo mo menilik sejarah bukanya dari dulu negeri ini selalu dihina (kekekeke..) dan selalu menikmatinya..apa mungkin terlalu malu untuk membalas??? dengan sebuah prinsip NRIMO ING PANDUM??? Ya benar prinsip jawa yang menyesatkan kalo dipakai asal asalan.
    Sudah terlalu lama kita nrima saja.. mari kita bangkit melawan ketidak adilan.. sebab siapa saja yang percaya pada Tuhan, Yakinlah Tuhan Tidak akan Memperbaiki nasib Kita KAlo Kita Tidak Memperbaiki sendiri..

    Bangki!!! Lawan!!!

    Merdeka!!

  3. syahbal Berkata:

    @syiena
    assalamualaikum,wr,wb.
    salam knal jg..
    oh ya.. malu jg sebagian dr iman..
    memang negara ini negara yg beriman..tp iman kesiapa y?
    ywda slamad berjuang aja deh..

  4. norie Berkata:

    hi.
    Kalau saya melihat di negeri ini orang hanya berfokus pada mengajak pada kebaikan saja. Sedangkan aspek mencegah pada kemunkaran hampir tidak tersentuh.
    Saya jadi ingat bahwa segelintir orang menglabel ekstremis (fundamentalis) pada orang-orang yang dengan tangan mereka mencegah kemungkaran.
    Saya juga mikir, kenapa saya hanya berani pada tataran hati dan perkataan saja, sedang tidak berani dengan tangan?? Entah, mungkin merasa hanya sendirian.

  5. syahbal Berkata:

    @norie

    assalamualaikum…

    ya..negeri ini butuh sentuhan tangan seorang pemimpin yang tegas (diktator)…
    tegas dalam hal apa???
    tegas dalam mencegah kemungkaran…
    tegas dalam memerintah pada kebaikan…

    banyak oranh yang hanya bisa berbicara…termasuk saia…

    dan kalaupun mereka melihat ada yang bertindak maka mereka berteriak anarkis, bar-bar..
    padhal mereka tidak anarkis…
    meraka punya suatu aturan yang kita dengan sombong menentangnya…

    semoga Allah meridhoi negeri ini…

  6. Um Ibrahim Berkata:

    Ammiiin,

    mungkin Indonesia belom punya waktu, soalnya dalam negri aja masih acak2-an makanya yg diluar negri gak sempet dihiraukan :(

  7. Luthfi Berkata:

    Pemerintah kita masih terlalu sibuk ngurusin urusan perut. Jadi ga “ngeh” kalo masalah yg luar-luar.
    Tapi, sepengetahuanku, dimana-mana itu susyehnya jadi orang dari negara terbelakang ya selalu diremehkan. Nasib.. nasib…

  8. DensS cessario Berkata:

    hah? dihina tapi koq masih gak kerasa yah… sudah tau ‘Travel Warning: Indonesia, Dangerously Beautiful’ …

  9. Sawali Tuhusetya Berkata:

    wew… beberapa waktu yang lalu malingsia, sekarang giliran singapura. jangan2 nanti akan segera muncul negeri2 jiran yang lain yang sengaja menimpakan stigma ke wajah bangsa kita! Lawan! semangath!

  10. norie Berkata:

    assalamualaikum…
    Eh.. Mas, saya ga jadi mengadu. Saya rasa saya tahu kenapa komen saya tidak tertampilkan. Mungkin karena dalam komen itu saya terlalu banyak memberi link. Mohon maaf nih Mas, saya jadi merepotkan.
    satu lagi kalo bisa komen yang di atas itu dihapus saja.
    Makasih ya.. :)

  11. RETORIKA Berkata:

    Kemandirian ekonomi, kesetabilan politik, strong government itu kuncinya. Sayangnya itu hanya terjadi pada zaman Soekarno-Soeharto, kini tidak. Paling kerasa perbedaanya kalo kita tinggal di luar negri.

  12. DensS cessario Berkata:

    Dimana nyalimu bung???

    Oh itu, ketinggalan di lemari buku di rumah :mrgreen:

    Mau aja dihina ama negara yang kalau diserang langsung abis…tak bersisa…

    Sirik tanda tak mampu, haha mereka hanya sirik ^^ :D

  13. Kelemahan Indonesia
    APakah karena pemimpinnya yang lemah?
    Atau karena rakyatn yang lemah?
    Apakah diri kita termasuk bagian dari orang2 yang lemah?
    Bangkitlah!

  14. Santri Gundhul Berkata:

    Ngasah Pedang…cari Bambu…
    Jualan BAMBU RUNCING…parkir di pinggir jalan….siapa tahu laku.

    Ganyaaaaang…..Gempuuuuuurrrrr….eh Kang Gempur ada gak yah…

  15. RETORIKA Berkata:

    “”Nasionalisme yang telah berhasil menghapuskan menghancurkan kedigdayaan ISLAM…”"

    pengen tau, paspornya warga negara mana sih ? kalo ternyata WNI dan nggak punya rasa NAsionalisme mending angkat kaki dari negara ini, dari pada jadi benalu (ngambil untung tetapi nggak cinta tanah air) halah …

  16. syahbal Berkata:

    paspor?!?
    hemm..
    warga negara international saya mah..
    esmosi mas..
    kebanyakan makan daging kambing yah?
    hehei..
    kan saya nanya mana nasionalisme yg berhasil menghancurkan kedigdayaan islam..
    koq malah esmosi..
    bukannya bangga..
    ck..ck..


{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini}

Tinggalkan sebuah Komentar