camel is onta

onta adalah camel

Konyolnya AAC Maret 17, 2008

Diarsipkan di bawah: catatan ku — syahbal @ 10:20 pm
Tags: , , , , , , , ,

KEKONYOLAN AYAT-AYAT CINTA
Assalamualaikum, wr,wb.

Mungkin tema dari tulisan ini sudah cukup basi. karena memang film ayat-ayat cinta sudah sangat lama sekali, dan sudah banyak orang yang mempostingkannya. tapi semua yang akan saya tulis disini baru saya dapatkan informasinya kemarin ini. dari saudara saya.
Begini saat pertama kali menonton ayat-ayat cinta memang seh saya cukup kagum dengan jalan ceritanya, menggugah dan keren. tapi untuk yang kedua kalinya saya nonton saya banyak mendapat informasi mengenai film ini, saat itu saya mengajak bibi saya yang baru datang dari Arab Saudi untuk menonton film ini, dengan bangganya saya mengatakan film ini sangat bagus untuk ditonton. diapun tertarik untuk menonton. tapi saat saudara saya ini menonton dia kecewa karena banyak sekali kekonyolan yang ada di film ini. ya kekonyolan? selain bahasanya yang amburadul, masih banyak kekonyolan yang terjadi, bibi saya menyebut film ini seperti GAMBUS INDONESIA, mencoba untuk mirip tapi ga bisa. disini akan saya paparkan beberapa kekonyolan yang ada difilm ini, diantaranya:

  • AISHA. ya tentang aisha, gadis cantik yang diperankan oleh rianti cartwright. saat menonton film ini bibi saya langsung kaget saat melihat aisha, dia menyangka aisha adalah wanita nakal, ya nakal, karena pakaian yang dipakainya. sayapun bingung bukankah aisha menggunakan cadar, dan itu menutup aurat, ternyata di arab sana cadar yang digunakan oleh aisha adalah cadar yang digunakan oleh wanita penggoda yang biasa berkeliaran dimall-mall diarab sono.berbeda dengan cadar yang digunakan oleh para muslimah alim, muslimah alim biasanya menggunakan cadar yang menutup JIDATnya, dan hanya bagian matanya saja yang terlihat. kaya ninja gitu. berbeda dengan cadar yang digunakan oleh aisha. aneh…
  • AISHA, lagi-lagi aisha. bibi saya kaget untuk yang kedua kalinya, dia kaget kenapa? aisha disini adalah wanita alim, tapi kenapa ditangannya harus ada pacar (hiasan gambar ditangan), padahal pacar itu tidak digunakan oleh para muslimah yang alim, kecuali saat menikah. tapi aisha menggunakannya jauh sebelum menikah. mungkin supaya peran orang arab nya dapet ya??? ya mungkin….
  • MENIKAH. ada apa dengan menikah? saudara saya bertanya. “ini ceritanya di mesir kan?” “ya di mesir” saya menjawabnya. tapi koq maharnya pake mushaf Al-qur’an yah. di mesir sono mushaf tidak boleh untuk dijadikan mahar. tapi di film ini malah digunakan. sebenernya ini dimesir atau di Indonesia seh??? bingung..
  • AHLUL DZIMAH. ini yang terberat. kenapa? saat dikereta Fahri membela orang amerika, dengan mengatakan bahwa mereka adalah ahlul dzimah. aneh. apa sih ahlul dzimah itu? ahlul dzimah itu adalah orang kafir (warga negara) yang tinggal disuatu negara islam, dan mereka membayar zizyah pada negara. tapi bagaimana dengan orang-orang amerika ini?? ya mereka bukan ahlul dzimah. mereka hanya sekedar pelancong. kenapa?? coba kita lihat. di film ini dapat dilihat dasar penetapan orang amerika ini menjadi ahlul dzimah adalah telah membayar VISA. apakah ini bisa dikatakan mereka menjadi ahlul dzimah. ya enggak dong. coba kita lihat lagi. fahri juga orang asing, tapi dia berasal dari indonesia, dan pastinya dia membayar Visa juga kan?? bahkan mungkin lebih mahal… berarti Fahri juga ahlul dzimah, padahal dia kan muslim… aneh yah??? sebenernya bukan saya setuju dengan orang yang jahat dikereta itu. tapi hanya penetapan orang amerika menjadi ahlul dzimah ini yang membuat saya tidak setuju. coba pembelaan Fahri pada orang amerika ini bukan ahlul dzimah, tapi hanya sekedar orang asing yang harus dilindungi. pasti saya setuju.

ah film inikan ga butuh persetujuan saya.. ngaco ajah neh yah saya teh…
udah dulu ah…

Wassalamualaikum,wr,wb.

 

28 Responses to “Konyolnya AAC”

  1. Deasy Says:

    setuju dengan point pertama. waktu baca novelnya..yang terbersit di pikiranku dalam membaca karakter maupun penampilan aisha adalah gadis yang kalem dan dengan pakaian muslim berjubah panjang dan jilbab yang dijulurkan hampir menutupi setengah badan dan cadarnya benar-benar menutupi muka termasuk dahi tentunya, jadi yang keliatan matanya saja. Tapi yang di film justru lainnn banget. Penampilan aisha disitu bukan mncerminkan gadis alim seperti yang digambarkan karakter dalam novelnya. Mode baju maupun kerudungnya masih tetap mengedepankan kemodisan zaman sekarang,,, tidak bisa dijadikan contoh …ini mungkin banyak jadi alasan knp film itu masih tetap jadi perdebatan..

  2. jablay8990 Says:

    waaaahhh….jujur aja saya nih termasuk penggila film.Tapi untuk film indonesia cuma ada beberapa aja yang nge-pas di hati saya.Untuk film ayat2 cinta ini saya belum nonton dan mungkin ga mau nonton. Why? dari dulu sampe sekarang film di Indonesia yang bertemakan cinta, ya….Begitu-begitu aja. Ga ada yang menarik.

  3. trijokobs Says:

    untung belum pernah baca novelnya..
    belum pernah juga nonton pilemnya..
    setelah baca ini..
    tambah gak mau nonton.

    terima kasih sudah membantu berhemat.

  4. Cabe Rawit Says:

    Setuju…!!! :mrgreen:
    Maksudnya mungkin “penyesuaian” dengan iklim budaya kita… tapfi kok malah jadi keliatan “tak sesuai”.. :shock:
    Tafi, jujur saja, ane gak nonton pelemnya… :mrgreen:

  5. amaduq01 Says:

    Wah pengetahuan baru nih….
    tak ambil ya artikel ente

  6. Three Musketeers Says:

    Thanks atas informasi yang menarik. Jujur saja saya pencinta film dan enggak pernah membeda-bedakan film yang saya tonton, entah dari Hollywood, Bollywood, Iran, atau Indonesia. Saya menikmati film sebagai sebuah karya seni an sich yang dalam satu dan lain hal berbeda dengan realitas kehidupan. Jadi, dengan informasi ini, justru saya tambah ingin menonton film AAC yang asli, bukan bajakan. Ingin membuktikannya. Selain itu, sudah saatnya kita menghormati karya bangsa sendiri; ya gak? Thanks sekali lagi ya.

  7. syahbal Says:

    @semua
    terima kasih atas komen nya..
    y saia hanya menjadi seorang penonton yg baik..
    penonton yg baik pasti memberikan suatu kritik yg baik jg kan.. film ini tuh bagus.. cuman ada yg g sesuai saja..

  8. daengfattah Says:

    Wahahaha. Salam kenal. Informasi yang sangat membantu sahabat. Sekarang saya tahu kenapa cewek gue gak mau nonton itu. Hihihihi

  9. DensS cessario Says:

    hah? gw belum juga nonton, tapi sudah punya feeling bahwa film ini aneh…. he he he

  10. poche Says:

    sekedar infromasi…..
    AISHA itu berkumis lho….. XD makanya dia pake cadar yang model begitu… kalo pake yang model lain, bisa2 brewoknya keliatan MENJUNTAI….

  11. DensS cessario Says:

    oi, dipikir2 ini berlebihan..

    Aisya itu adalah Istri Nabi Muhammad yang paling taat, pintar, baik.

    Tetapi dipikir3 3x,

    Aisya kan hanya sekedar nama?… hmm…. au ah gelap xixixi…

  12. arifrahmat Says:

    Sebagai nilai positif, dari film tersebut semoga semakin banyak yang tertarik untuk membaca novel aslinya kemudian mendapatkan hidayah berupa pencerahan ruhiyah, penyadaran pemikiran serta penambahan keimanan kepada Allah SWT.

    Adapun bagi yang telah membaca novel Ayat-Ayat Cinta dan belum menyaksikan filmnya sebaiknya untuk tidak menontonnya, karena apa yang disajikan di dalam film Ayat-Ayat Cinta tidaklah lebih baik daripada apa yang tercantum di dalam novel aslinya.

    http://www.binamuslim.com

  13. beatles4ever Says:

    jaahahahahahhahahah

    untung gw nntonnya di kompi g ke bioskop

  14. aphank Says:

    Sebuah film adalah karya seni…
    begitupun dengan novelnya…
    so hargai karya seni orang…
    belum tentu apa yg bia mereka buat anda dapat melakukannya….
    ngaca’ dong…

  15. syahbal Says:

    @aphank
    assalamualaikum,wr,wb.
    terima kasih mas sudah mengkritik saia..
    y film itu karya seni..
    novel jg..
    tp taw g klw kritik itu dpt memperbaiki nilai2 dlm suatu karya seni..
    y saia sudah ngaca..
    karena ngaca ituh saia mengkritik film inih..
    dan saia menghargai film inih..
    bahkan saia terpesona dgn jalan ceritanya..terutama di novelnya..
    skali lgy saia ucapkan trimakasih..

  16. syahbal Says:

    @aphank
    mungkin anda yg g bisa menghargai orng..
    maen nulis coment tanpa salam..ck..ck..ck..

  17. Santri Gundhul Says:

    Waaaathaaauuuwww….
    Bagus-bagus…kritikan yang membangun neh…

    Cuman, he..he…
    Peran dan pakaian yg dikenakan oleh para PEMAIN, so PASTI gak bakalan akan bisa sama PERCIS. Lah kan orang-orangnya saja dah beda kok…??.
    Repot nanti klu harus mencari permain yg MIRIP dengan ASLINYA. Apa yah ada…?? Misalnya neh…Loh Aisha dulu tangannya kan ada BOROKNYA, kok sekarang gak ada..?? Aisha dulu di mukanya kan ada TOMPELNYA, kok sekarang gak ada..??. Halah…halah…kenapa yg DIRIBUTIN ( dikritik ) kok masalah urusan FISIK, MATERI dan tampilan LUAR yah…??.

    Lagi-lagi, sampeyan dah TERJEBAK dengan TAMPILAN FISIK dan MATERI sehingga gak mampu melihat, mencerna ISINYA. Padhal film tersebut kan mestinya kita tonton untuk MEMAHAMI ISI dan KANDUNGAN serta PESAN-PESAN apa yang mau disampaikan kepada penonton…?? Mestinya itu yg menjadi PRIORITAS.

    Yah…yah…wong namanya saja Film..untuk hiburan kok.
    Anda suka tinggal TONTON. Jika gak suka tinggal MOLOR…keeer…keeeer…zzz…zzz.

    Oiiiihhh…Aisha CANTIK banget yah….( dalam mimpi ) he..he…

  18. syahbal Says:

    @santri gundhul..
    ya..ya..ya..
    isinya mah suwdah cukup bagus.. apalgy di novelnya.. bikin menitikan air mata.. pas nonton koq g yah?
    isinya jg dikritik.. tuh tntang ahlul dzimah..hehei..
    tank kyu..

  19. Luthfi Izmi Lubis Says:

    Kalo menurutku AAC udah baguslah. Emang si gak bakal bisa menyenangkan semua pemirsanya. Tapi ya, minimal, sudah lumayanlah.. Menurutku loh..

  20. Hamba ALLAH Says:

    Saya sudah baca novelnya, benar2 suatu karya seni yg luar biasa! Belum pernah saya baca novel sebagus ini… Tapi setelah saya liat filmnya saya kecewa banget, krn hampir 80% beda sama novelnya. Banyak nilai2 Islam yg ditinggalkan di filmnya. Di film, terlalu fokus kpd hubungan percintaanya. Padahal yg saya baca di novelnya, ceritanya banyak menyangkut tentang bagaimana tokoh Fahri menjalani kehidupan sehari2nya dgn menerapkan prinsip2 Islami.

  21. amaduq01 Says:

    http://amaduq01.wordpress.com/2008/03/17/mengkritisi-pesan-novel-ayat-ayat-cinta

  22. Hani Says:

    Assalamualaikum wr. wb..

    Terus terang aku baru aja ‘ngeh’ kalau ada film Indo yang namanya Ayat-Ayat Cinta, jangan ditanya udah nonton atau belum. Makanya telat banget ngasih commentnya… sorry for this.

    Anyway, aku tinggal di Abu Dhabi dan untuk point no 1 & 2, sebenernya tergantung Arab-nya Arab yang mana. Di UAE (=Emirat Arab) fungsi cadar dan henna/mehndi (pacar hiasan tangan) sudah lebih untuk fashion, bukan lagi semata2 untuk mereka2 yang menikah/menunjukkan kelompok tertentu. Bisa dibaca disini:

    http://www.mehendiworld.com/whatismehendi.htm

    Hampir 80% penduduk UAE adalah warga negara asing (non UAE national maksudnya - bukan semata2 bule) dan tidak aneh lagi kalau mereka2 ini - menikah atau tidak - menggunakan henna di tangan.

    Entah kalau di Mesir.

    Di satu sisi aku setuju kalau pembuat film harus lebih jeli melihat hal2 seperti ini, karena tidak semua WNI pernah mengunjungi negara2 Arab dan film adalah satu2nya media yang memperkenalkan dan memperlihatkan bagaimana keadaan di Arab. Kalau yang diperlihatkan tidak sesuai, bisa menimbulkan fitnah juga nantinya… bahaya kan?

    Selain itu, saya baca komentar2 di website2 yang lain bahkan ada yang menyebutkan seperti ini: it shows the reality of a Middle Eastern brutal and corrupt legal/prison system. Wohohooo… ati2 loh! Jangan menyamaratakan negara2 Middle East … karena kebanyakan negara2 Middle East adalah negara2 kaya dan mereka sudah sangat menyadari pentingnya sistem negara yang baik untuk memajukan negaranya. Contoh, lihat saja websitenya Abu Dhabi police, dan bagaimana mereka mentata hukum berlalu lintas:

    http://www.adpolice.gov.ae/en/Default.aspx

    Sekali lagi, entah kalau di Mesir.

    Mungkin, sebelum memberi dan menerima komentar2 mentah2, pelajari dulu fakta2nya (Googling guys.. googling!). Hati2 juga, jangan menyamaratakan dengan mengatasnamakan negara2 middle east/negara Arab. Bisa2 Indonesia di serang sama negara2 GCC loh! hehehe… joke!

  23. syahbal Says:

    @hani
    waalaikumsalam,wr,wb.
    terimakasih telah memberikan informasi tambahan.
    y seh UAE mah udah kaya europe kale..
    nah mesir.. jauh..budayanya kuat..

  24. Muhammad Rachmat Says:

    seandainya saya jadi pemeran utama dalama ayat-ayat cinta

  25. titov Says:

    analisis yg bagus, saya kebetulan juga agak kurang sreg dengan gaya bercadar aisha ala rianti, soale kok agak jauh dari kesan alim seperti di novel, disini malah lebih tergambar kesan mewah dan modisnya. salah satunya ya juga dari pacar yg menghiyasi tangan aisha, meski sedang nggak akan menikah.

    tapi meski begitu, saya tetep salut dengan adanya pelem ini, yg yaaah… dengan segala kelebihan dan kekurangannya, telah memberikan secercah harapan bagi duniya perpeleman Indonesia yang lebih baik dan dewasa. next, Ketika Cinta Bertasbih, Laskar Pelangi dlsbg… tentu saja itu lebih baik dibandingkan apabila biyoskop dipenuhi pelem macam Buruwan Cipok Gw, Setan Kuburan, Ranjang Berderak, dlsbg :lol:

  26. Ronny Scholarship Says:

    Yah terserahlah orang ngomong apa aja.
    Boleh setuju boleh tidak setuju.
    Blog adalah tempat paling demokratis untuk mengaspirasikan pikirannya.
    Yang penting ikhlas… bukan karena ingin dipuji! hehehe
    Eh…
    Karena pengin dipuji juga gpp. ngomongo sak enak udelmu dewe. wong blog-blogmu dewe… hehehe…

    http://scholarships.warnetnews.com/

  27. Fahad Says:

    Ass.Wr. Wb.

    1. pilm = novel?

    novel : cuman tulisan [kita ndiri yang mbayangin] intinya tiap yg baca bayangannya beda2.

    pilm : di buat sebagus mungkin, di pilih seganteng mungkin, dipilih secantik mungkin, di buat sekeren mungkin, di buat supaya yang nonton kagum. gak boleh ada yg keliatan jelek..

    so.. apa yang perlu di ributin. nganggur banget ngeributin pilem ini. AAC bagus Banget. DAKWAH-nya maksudnya. ceritanya biasa2 aja, gak ada yg baru, dan juga gak bagus2 amat. begitu aja. namanya juga kisah cintah. yang bikin ini novel laris ya ini CRITA TENTANG ISLAM, DAKWAH. dan jarang banget di kemas dalam alur yang bagus. makanyo laris.

    wassalam

  28. abu farah Says:

    Assalamuallaikum wr. wb.

    Saya sekarang tinggal di Oman ( salah satu negara di timur tengah ).
    Masalah pakaian yang dipakai Aishah dalam film AAC di negara arab biasa di sebut ABAYA , dan tiap-tiap negara arab punya model sendiri-sendiri, tapi intinya adalah baju yang tertutup dan warnanya hitam. Modelnya juga macam-macam , ada yang tertutup semua ada juga yang sebagai rangkapan tergantung di negara mana .
    Masalah cadar , jilbab itu juga macam-macam ada yang tertutup semua seluruh kepala , ada yang jilbab seperti di indonesia dan di tambah cadar seperti yang di pakai Aishah , bahkan di Oman ada yang pakai jilbab sengaja di buka sedikit biar rambut atas nya kelihatan dari luar.

    Jadi jangan memandang film ini seperti yang bibi anda katakan .
    Bibi anda hanya tinggal di saudi atau pernah keliling negara2 arab , sehingga memvonis itu pakaian wanita penggoda.
    Saya juga pernah ke Saudi , jadi saya bisa komentar masalah ini.

    Masalah hiasan di tangan , kalau di Indonesia disebut pacar , di Oman di sebut henna.
    Wanita di sini biasanya menghias tangganya kalau ada peristiwa nikah , atau lebaran , di luar acara itu juga boleh menggunakan pacar atau henna .

    Jangan dikira di negara arab semua muslim , di negara arab banyak juga yang non muslim entah itu bekerja atau hnya sekedar berlibur seperti ke Dubai.
    Dan mereka semua di lindungi oleh negara setempat .

    Jangan mentang2 bibi anda datang dari Arab Saudi terus bisa menilai apa saja.

    Negara arab bukan hanya Saudi , masih ada negara-negara lain di sekitarnya.

    Maaf kalau komentar saya salah .

    Wassalam

Leave a Reply