Kemari ketika saya sedang menyendiri meditasi mencari Tuhan, di suatu sudut di kamar saya (tepatnya di depan komputer), sambil ditemani lantunan Asmaul Husna yang menenangkan hati. Tiba-tiba otak dan hati saya berdenyut (seperti Jimmy Neutron), dan mengatakan bagaimana caranya saya mencari Tuhan, jikalau hakikat saya sendiri saja tidak tahu. seketika saya ingat akan beberapa pertanyaan yang diberikan oleh assisten dosen ketika responsi mata kuliah sosiologi dan agama islam, pertanyaan tersebut ialah:
1. Dari mana manusia berasal?
2. Untuk apa manusia hidup?
3. Dapatkah manusia berbuat sesuai kehendaknya?
4. Mau kemana setelah manusia Hidup?
setelah mengingat pertanyaan tersebut, saya mencoba untuk mengingat jawabannya, namun gagal. otak saya tidak dapat mengingatnya. tapi usaha saya tidak sampai disitu saja. saya berusaha untuk mencari kertas-kertas dimana saya menulis jawabannya. tapi itu juga percuma. entah kemana kertas itu sekarang. mungkin sudah jadi kertas gorengan. maka dari itu saya mencoba untuk kembali menjawabnya kembali. akhirnya bisa!
tapi saya ingin mencari tahu dulu jawaban dari orang lain. mungkin anda mau mencoba menjawabnya? sehingga saya dapat membandingkan seberapa ilmiah jawaban saya. sebab hampir semua jawaban saya tidak ada yang ilmiah. maklumlah IQ jongkok. hehei.
maka dari itu sudikah anda semua untuk membantu saya.
InshAllah jawaban saya akan saya posting dalam beberapa postingan kedepan. InshAllah.
Terima Kasih.
Wassalamualaikum,Wr,Wb.
Wow!!! ajaib sekali negeri ini, negeri yang selalu dihina. mungkin sudah waktunya masuk ke buku rekor dunia. sebagai negara yang palin sabar dihina. walaupun sbar itu adalah sebagian dari iman, tapi jangan lah sampe kebablasan seperti itu. dihina ama negeri tetangga terima ajah. gerak dong, gerak.
Tidak seperti Muhammad SAW, ketika salah saatu utusannya dihina oleh suatu negara besar. Maka tanpa segan Rasulullah SAW mengirim pasukannya untuk memerangi negara besar tersebut. Supaya negeri itu tidak macem-macem lagi. Padahal saat itu Rasulullah baru punya beberapa ribu pengikut (rakyat).
Lha…ini Indonesia Pancasila yang memiliki rakyat pengikut 220 juta lebih mau aja dihina ama negara yang secuil rakyatnya
…ck..ck..ck..
Dimana nyalimu bung???
Mana Dadamu??? Itu kata Soekarno…
Mana Hatimu??? Itu kata saia…
Dimana nasionalismu ituh???
Nasionalisme yang telah berhasil menghapuskan menghancurkan kedigdayaan ISLAM…
Mana sikap kebangsaanmu itu???
Yang telah berhasil mengkotak-kotakan umat ISLAM…
Apa masih ada???
Mana???
Mana???
Saia turut berduka…
Karena hati kalian sudah mati…
Mati…
Mau aja dihina ama negara yang kalau diserang langsung abis…tak bersisa…
tulisan ini mungkin kurang baik untuk diposting…karena bersifat penyesalan terhadap diri sendiri…ya tapi dari pada gag ada postingan lagi… … continue reading this entry.
Mungkin tema dari tulisan ini sudah cukup basi. karena memang film ayat-ayat cinta sudah sangat lama sekali, dan sudah banyak orang yang mempostingkannya. tapi semua yang akan saya tulis disini baru saya dapatkan informasinya kemarin ini. dari saudara saya. … continue reading this entry.
Mohammed our prophet gave us his light
From Mecca his light was glaring on Medina
He who prays his prayers and tries to improve his attributes
How lucky is he who walks in his shadow
And adds to him with his death
Oh our Imam, the secure one, the support prop for Muslims
My beloved Mohammed
Oh son of Abdullah
You completed the prophecies completely
And you hold the seal (of the prophets)
Throughout my life and in my prayers I call praying to him
Mohammed our prophet gave us his light
From Mecca his light was glaring on Medina
He who prays his prayers and tries to improve his attributes
How lucky is he who walks in his shadow
And adds to him with his death
From the first day in my life that I heart my mother and father praying to him
It made me love faith and feel secure and I was indelibly attached to it
God pray, protect and bless him
God pray, protect and bless him
I see you myself in my sleep, oh messenger of God
And I cry on your should and sleep there, oh beloved of God
And I attain honor with your accompaniment
And I walk among the ranks of your Umma
And I am protected by you
Mohammed our prophet gave us his light
From Mecca his light was glaring on Medina
He who prays his prayers and tries to improve his attributes
How lucky is he who walks in his shadow
And adds to him with his death
Oh beloved oh pure one oh deliverance from the maze
You changed the world in our eyes between a night and its morning (referring to the night journey)
He who prays his prayers and tries to improve his attributes
How lucky is he who walks in his shadow
And adds to him with his death
Salah seorang sahabat serta jurutulis Rasulullah SAW yang terkenal ialah Abu Hanzalah bin Ar Rabie. Ketika peperangan Uhud meletus beliau baru saja dinikahkan. Oleh karena itu Rasulullah mengecualikan beliau dari turut serta ke medan peperangan. Inilah cara Rasulullah untuk merayakan kebahagiaan sahabat baginda.
Namun ketika Hanzalah terjaga dari tidurnya, beliau mendengar gendang perang dibunyikan begitu kuat sekali. Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebat. dan dalam keadaan terlalu genting.
Tanpa membuang waktulagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur tanpa sempat mandi junub.
Maka terjadilah pertempuran hebat sehingga banyak dari pihak Islam yang gugur syahid. Pihak musuh telah menyerang dari belakang. Akhirnya Hanzalah turut menjadi korban dalam keadaan sedang junub.
maka Rasulullah SAW pun melihat mayat Hanzalah dimandikan oleh para malaikat seperti mana tercantum dalam sabdanya: “Aku melihat diantara langit dan bumi para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan di dalam bejana perak.”
Para sahabat tercengang-cengang mendengar ini. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun. Sungguh beruntung Hanzalah mendapat layanan yang begitu istimewa dari malaikat. Tidak pernah terjadi dalam sejarah seorang syahid dimandikan dengan cara yang luarbiasa ini. Malahan matinya sebagai syuhada menjadikan ia sebagai penghuni syurga tanpa dihisab.
wahai ibu, melalui dirimulah
Allah telah memunculkan kami di alam semesta ini.
meskipun engkau harus merasakan
pedihnya penderitaan dan kesengsaraan
sembilan bulan engkau mengandung kami
dan selama itu pula engkau dalam penderitaan
engkau baru bisa lepas dari penderitaan itu
setelah melakukan persalinan
berapa banyak engkau telah melahirkan
para dermawan
yang telapak tangannya selalu memberi
dan berapa bnyak engkau telah melahirkan
generasi-generasi baru
yang akan menerjuni berbagai arena kehidupan
wahai ibu, sungguh sering engkau begadang
karena tidak bisa tidur
sementara air susu dari kedua putingmu
selalu memberikan nutrisis kepada kami
sepanjang malam air matamu selalu menetes
ketika duru menusuk salah satu tangan kami
tangan kananmu sering menjadi bantal kami
sedangkan tangan kirimu mendekatkan
kedua payudaramu ke mulut kami
ketika kami mendapat kebaikan,
engkaupun akan merasa gembira
kegembiraanmu jelas terlihat
pada bibirmu yang tersenyum,
yang dapat menghidupkan semngat kami
namun, jika ada hal buruk menimpa kami,
engkaupun akan menutup terangnya waktu pagi
dengan kegelapan dan kesedihan
sesungguhnya engkau adalah orang termulia
yang selalu membantu kami
karena itulah, islampun
telah memberikan dorongan kepada kami
untruk meraih keridhaanmu
wahai ibu, hal itu kami lakukan
agar tuhanmu meridhai kami
pada dirimu terdapat petunjuk,
anugerah, dan semua kebaikan
jika kami durhaka padamu,
maka nerakalah
yang akan menjadi tempat kembali kami
Sahabat…
lama kita tak bersua…
saat kita bertemu…
kau… gagah… tampan…
dan kau….cantik….wangi…
sedangkan aku…
miskin..papa…bau…
masih pantaskah aku menjadi sahabatmu???
ku pikir…tidak…
tapi…entahlah dengan mu…
tanpa malu…
kau pegang tangan ku…
tanpa menghiraukan bauku…
kau bawa aku…
untuk mencari arti…
SAHABAT….
Aku terbangun…
namun kemudian…
kuterjatuh…
ya…terjatuh…
entah mengapa ku jatuh…
lama… sangat lama…
ku coba untuk berdiri…
susah..
ya… sangat susah…
sepertinya….
ku tak ingin hidup…
tapi…
ku tak mau mati….
mengapa???
entahlah…
hidupkah…
atau..
matikah…
ah… sama saja…
ku hidup untuk mati…
dan…
ku mati untuk hidup…